in

Awas, Kecanduan Alkohol Dapat Merusak Otak

Foto: Okezone.com dari Shutterstock

JAKARTA – Risiko kerusakan pada otak menghantui para pecandu minuman berakohol. Pasalnya, dalam jangka panjang kebiasan ini dapat menyebabkan kerusakan memori otak dan memperkecil ukuran otak.

Kerusakan ini biasanya ditandai dengan ketidakmampuan berpikir secara abstrak, juga mengingat objek dua dan tiga dimensi. Selain itu, dilansir dari Okezone.com, alkohol memiliki efek anti depresan yang dapat membuat orang berbicara cadel hingga tidak mampu mengkoordinasikan anggota tubuh dengan benar.

Sebuah penelitian menunjukan, 80 persen peminum alkohol kekurangan tiamin yang bisa berkembang menjadi gangguan otak serius yang dikenal dengan Sindrom Wernicke-Korsakoff (WKS). Gejala WKS termasuk kebingungan, kelumpuhan saraf mata, gangguan koordinasi otot, dan hilangnya kemampuan belajar.

Tak hanya merusak otak, alkohol juga dapat memperpendek usia hingga 4- 5 tahun. Penelitian mengungkapkan, mengonsumsi alkohol 10-15 kali setiap minggu akan mempersingkat usia antara 1-2 tahun. Sementara lebih dari 18 kali dalam seminggu memperpendek usia 4-5 tahun.

Di sisi lain, alkohol pun dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler, stroke, hipertensi fatal, gagal hati, dan memperparah kondisi kecemasan. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Studi juga menunjukan, dengan mengurangi dan melakukan detox dapat memperbaiki beberapa kemampuan kognitif yang rusak akibat alkohol seperti kemampuan memecahkan masalah, dan kerusakan daya ingat jangka pendek.

Nah, deretan risiko di atas harus diperhatikan betul-betul oleh para alcoholic. Pasalnya mereka terdorong mengonsumsi minuman tersebut bukan semata-mata sebagai relaksasi.

Baca juga:  Ini 8 Gejala Awal Tubuh Terserang Penyakit Hati, Nomor 3 Gampang Lelah

Sebagian karena menjadikan alkohol sebagai pelarian di tengah rasa sedih, stres, frustasi, dan sebagian lainnya karena faktor sosial seperti dorongan dari orang lain, lingkungan keluarga, rekreasional, dan lainnya.

Latar belakang psikologis dan lingkungan seperti itulah yang seringkali membuat mereka semakin meningkatkan tingkat konsumsi alkohol, menjadi ketagihan, dan sekaligus abai dengan risiko yang mengintai.

Dengan mengetahui ancaman kerusakan pada otak, sudah saatnya para pecandu minuman keras lebih berhati-hati, mengendalikan diri, mengurangi tingkat konsumsi dan ada baiknya pula mulai mengonsumsi minuman yang sehat dan aman.*

Written by Andini Anissa

MNC Update Writer

MNC Peduli – LotteMart Rehabilitasi Jembatan di Jawa Tengah

Kemkominfo – Infokom Elektrindo Bangun Akses Internet di Papua