in

IATA Targetkan Pendapatan 20 Juta Dolar AS di 2018

Jajaran Direksi PT Indonesia Transportasi and Infrastructure Tbk (IATA). Foto: AAN

JAKARTA – PT Indonesia Transportasi and Infrastructure Tbk (IDX: IATA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% menjadi USD20 juta atau setara Rp276 miliar (mengacu kurs Rp13.800) tahun ini. Tahun sebelumnya, perseroan mampu mengantongi pendapatan sebesar USD16,2 juta.

Managing Director PT IATA Wishnu Handoyono mengatakan, perseroan akan meningkatkan kontribusi entitas anak PT MNC Infrastruktur Utama yang bergerak pada jasa pelabuhan khusus dan angkutan batu bara.

Peningkatan ini tidak hanya di pelabuhan batu bara Kalimantan Timur namun juga Pelabuhan batu bara di Sumatera Selatan. Mengingat, saat ini harga batu bara mulai merangkat naik.

Saat ini kontribusi anak usaha tersebut sebesar 21%. Dia berharap porsinya dapat meningkat hingga 30% atau mencapai USD5 juta hingga USD6 juta. Sebab MNC Infrastruktur Utama masih memiliki potensi peningkatan kapasitas.

“Kapasitas terpasang kita 500 ribu ton per jam, yang sekarang ini realisasinya hanya 300 ribu ton per jam, jadi masih ada room meningkat 40%. Jika volume produksinya sesuai kapasitas terpasang 500 ribu ton per jam itu akan memberikan kontribusi hampir kurang lebih 25%-30 % dari total revenue kita,” ujarnya usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSTLB) di Gedung MNC Financial Center, Jakarta, Kamis (26/4).

Untuk mencapai target peningkatan pendapatan tersebut, selain berupaya untuk meraih tender-tender jangka panjang sehingga dapat meningkatkan margin pendapatan, perseroan juga telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) minimum USD15 juta. Mayoritas capex akan digunakan untuk keperluan pengadaan pesawat jika perseroan berhasil memenangkan tender.

Baca juga:  MNC Group dan Mahkamah Konstitusi Terus Pacu Sinergi Strategis

Adapun sumber dana capex diperoleh dari modal kas perseroan ditambah dengan pinjaman perbankan. Akan tetapi, perseroan belum bisa menentukan porsi pinjaman sebab belum ada tender jangka panjang yang berhasil dikantongi.

Berikut susunan Komisaris dan Direksi yang baru adalah sebagai berikut:

Presiden Komisaris IATA: Syafril Nasution

Komisaris: Dwi Badarmanto

Komisaris: Christophorus Taufik

Direksi

Presiden Direktur: Henry Suparman

Wakil Presiden Direktur: Wishnu Handoyono

Direktur Independen: Haebby Wildy Manua

Direktur Teknik: Adi Tri Wibowo

(Okezone dan iNews)

Written by Andini Anissa

MNC Update Writer

Tahun ini, MNC Land Targetkan Pendapatan Meningkat 5-10%

Viral! Spanduk di Medan Bertuliskan ‘Selamat Datang di Kampung Maksiat’