in , ,

Jadi Silent Killer, Ini 7 Kiat Cegah Hepatitis B

Foto : Instagram

JAKARTA – Penyakit menular hepatitis B masih endemis di Indonesia. Jika tidak ditangani segera, penyakit ini bisa berkembang menjadi sirosis atau kanker hati . Selain itu, bahayanya lagi, penyakit hepatitis B rata-rata tidak menimbulkan gejala awal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KEGH mengatakan, metode penularan penyakit ini biasanya dari ibu ke anak, hubungan seksual, dan darah. Data dari Kementerian Kesehatan RI memperkirakan, ada 2 persen dari 5,3 juta ibu hamil terdeteksi hepatitis B. Dari angka tersebut, artinya sebanyak 120.000 bayi akan menderita hepatitis B setiap tahunnya.

“Penularan hepatitis B itu paling banyak dari ibu ke anak. Kalau kena di masa anak-anak, 90 persen ini akan jadi kronik,” jelas Dr Andri Sanityoso di acara Temu Media di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22 Juli 2019).

Ia mengatakan, hepatitis B bisa menjadi silent killer karena tidak memiliki gejala pada awalnya. Gejala, kata dia, baru muncul ketika penyakit sudah kronis menjadi sirosis atau bahkan kanker hati.

“Gejalanya itu kuning pada mata, kulit, kemudian demam, tidak nafsu makan. Kenapa disebut silent killer, karena hampir tidak bergejala. Kalau sudah muncul seperti kuning pada mata dan kulit, atau sudah asites biasanya itu sudah sirosis atau kanker hati,” jelas dia.

Oleh sebab itu, ia menekankan, pentingnya skrining untuk mengetahui apakah memiliki hepatitis B atau tidak. Sebab, kalau positif, ia harus melakukan penanganan khusus untuk pencegahan penularan pada orang lain seperti menggunakan pengaman saat berhubungan seks, atau melahirkan di fasilitas kesehatan agar bayinya bisa divaksin hepatitis B sebelum 24 jam.

Baca juga:  Daycation di One East, dan Nikmati Keindahan Kota Surabaya

Lalu bagaimana mencegah Anda serta keluarga Anda dari virus hepatitis? Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan:

1. Lakukan vaksinasi. Vaksin hepatitis A dan B ternyata merupakan cara pencegahan yang efektif untuk menekan angka kejadian hepatitis.

2. Buatlah kebiasaan di keluarga Anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah mengolah bahan makanan. Hal ini dapat mencegah Anda dan keluarga terkena penyakit hepatitis, terutama hepatitis A dan E karena penyakit tersebut menular dari feses (kotoran) ke makanan/minuman yang dikonsumsi.

3. Jarum atau peralatan medis lain yang tidak steril dapat menjadi sarana penyebaran dari hepatitis.

4. Berbagi barang seperti mainan, buku, atau hal lainnya mungkin tidak bermasalah. Namun berbagi sikat gigi, pisau cukur, gunting kuku, dan berbagai barang pribadi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hepatitis. Termasuk dengan peralatan medis yang kontak langsung dengan cairan tubuh atau darah si pemakainya. Pemakaian bersama alat-alat tersebut harus dihindari untuk mencegah penularan hepatitis.

5. Tiga dari lima jenis hepatitis, penularannya disebabkan oleh hubungan seksual. Sehingga, penting untuk Anda mengetahui riwayat penyakit pasangan Anda.

6. Makanan yang mentah, sebenarnya cenderung berisiko menularkan penyakit hepatitis, oleh karena itu sebaiknya jika Anda makan di luar rumah, pilihlah menu yang makanannya dijamin matang. Jika Anda sedang melakukan perjalanan dan sanitasi di sekitar lingkungan Anda tidak bersih, maka hindari minum air mentah dan lebih baik membeli air mineral kemasan.

Baca juga:  Marion Jola Raih 3 Penghargaan di Dahsyatnya Awards 2019

7. Cari tahu apakah di keluarga Anda ada yang pernah mengalami hepatitis sebelumnya, jika iya maka Anda dan keluarga Anda setidaknya harus lebih waspada akan risiko penularan yang mungkin terjadi. Lakukanlah vaksinasi tepat waktu untuk mencegah terjadinya hepatitis.

Written by Achmat

Jangan Tergiur Tawaran Haji Kilat

Hari Anak Indonesia : Kita Anak Indonesia, Kita Berbahagia.