in ,

Klinik Kesehatan Siap Layani Jamaah Haji

Foto : BRNews

JAKARTA – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah siap melayani jemaah haji. KKHI berada di distrik Al Aridh, di belakang Market Al Raya.

Bangunan baru tersebut diresmikan pada 1 Mei 2019 oleh Menteri PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Kesehatan Nila F Muluk. Layanan yang diberikan KKHI Madinah ini cukup lengkap.

KKHI juga menyediakan layanan dokter spesialis, mulai dari spesialis jantung, bedah hingga psikiatrik jiwa. “Saya bisa katakan 100 persen siap melaksanakan tugas dalam rangka pelayanan,” kata Direktur KKHI Madinah dr Amsyar Akil dalam waktu dekat ini.

Dia memaparkan, bahwa KKHI terdiri dari 5 lantai. Di lantai dasar terdapat ruang IGD yang dilengkapi dengan 11 tempat tidur, alat bantuan dasar medis,lifesaving, stimulator detak jantung (defibrillator) dan dokter jaga. Di seberangnya merupaknan ruang ICU yang memiliki kapasitas 9 tempat tidur. Selain itu, ada juga poli umum, apotek, laboratorium dan depo obat-obatan.

Lantai satu diperuntukkan bagi kantor manajemen, tempat depo obat, lantai dua digunakan untuk kantor manajemen dan ruang tamu KKHI. Lantai 3,4 dan5 merupakan tempat para petugas kesehatan menginap.

Sedangkan ruang rawat inap terletak di bagian basement gedung, dengan kapasitas 17 tempat tidur untuk perawatan pria dan 13 tempat tidur untuk perawatan wanita.

Hingga hari ketiga, Senin (8/7) malam Waktu Arab Saudi, sudah menerima sebanyak 18 pasien. Namun, tiga dari 18 pasien tersebut sudah kembali pulang ke rombongan masing-masing. Sementara pasien yang harus rawat inap ada 9 pasien, yakni 2 pria 4 wanita dan pasien psikiatri 3 orang. Sedangkan yang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi ada empat pasien.

Baca juga:  Yuk, Vote Lagu Tergalau di Dahsyatnya Awards 2019

Amsyar menyebutkan bahwa rata-rata keluhan pasien/jamaah haji Indonesia adalah gangguan psikiatri, seperti demensia. “Kalau kami lihat di sini pencetusnya dehidrasi. Selain itu, kami juga menerima pasien bedah, faktur tempurung lutut, sulit buang air yang ternyata pembesaran prostat, kemudian pasien dislokasi lutut, kemudian selebihnya pernapasan,” ujar Amsyar.

Written by Achmat

Diskusi Literasi, MNC Media Kedatangan BMKG

Warga Bandung, Yuk Ikutan MasterChef Indonesia 2019