in ,

Ternyata Keberadaan Gedung Parkir Pengaruhi Tingkat Kemacetan

Foto : MNC Media

Jakarta – Problematika Ibu Kota semakin hari semakin kompleks. Kota Jakarta yang menjadi pusat perekonomian begitu memiliki PR besar, dari banjir kemacetan.

Demi mengatasi hal tersebut, berbagai masukan datang dari pengamat. Salah satunya gedung parkir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang disarankan dihapus.

Hal ini seiring lengkapnya sejumlah transportasi massal seperti, Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), hingga Commuter Line. Hanya, untuk melaksanakan itu beberapa kebijakan harus dipertimbangkan. Seperti menghubungkan setiap kantor dengan transportasi massal atau menerapakan Elektronic Road Pricing (ERP) di ruas itu.

“Asalkan semua sudah terhubung ke setiap stasiun, gedung parkir di kawasan itu harus dihapus,” ujar pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, saat dihubungi SINDOnews, Minggu (14/7/2019).

Yayat meyakini dengan kebijakan itu masalah kemacetan di lintas Sudirman-Thamrin, dapat terselesaikan. Sebab dengan kebijakan itu lalu lintas di kawasan itu hanya untuk melaju. Sementara untuk mobilitas per hari, bisa menggunakan transportasi publik yang telah tersedia di ruas itu.

“Solusinya penuhi Park n Ride di kawasan penghubung. Jangan seperti di Lebak Bulus, dibuat seadanya,” kata Yayat.

Termasuk soal menerapkan jalan berbayar atau ERP. Yayat menyarankan agar Sudirman-Thamrin wajib dibuatkan kawasan berbayar. Kendaraan pribadi akan berkurang seiring mahalnya beroperasi di jalan.

Pendapat berbeda di ungkapkan Nirwono Joga, pengamat Trisakti lainnya. Ia menyarankan, untuk mengurangi kendaraan pribadi bisa dilakukan dengan cara menerapkan tarif parkir tinggi, salah satunya dengan harga tiga kali lipat. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga:  Live di RCTI Malam Ini, Lima Finalis Indonesian Idol X Siap Tampil Duet dengan Juri

“Gedung parkir tetap dipertahankan, tetap dapat digunakan bagi pekerja di Sudirman-Thamrin, dengan tiket parkir yang mahal. Kalau perlu tiga kali lipat dari harga normal,” ucapnya. (Baca juga: Tekan Penggunaan Mobil Pribadi, DKI Akan Naikkan Tarif Parkir Gedung)

Sementara itu, untuk jam kerja atau makan siang, ia sependapat pekerja bisa memanfaatkan angkutan massal di sepanjang Sudirman Thamrin. “Makanya kuncinya tiket di sana harus jadi satu. Saya harapkan ini segera dipercepat,” tandasnya.

Selain itu, Nirwono juga meminta sesegera mungkin kawasan itu dilakukan
berbayar mengurangi volume di kawasan itu.

Written by Zainal Alatas

#BlockBuster Sang Legeda Rhoma Irama di MNC TV

go hero mncupdate.com

Go Hero dan Andromeda Melawan Prajurit Musuh